Tips Praktis Pemilihan Ayam Potong Segar Dan Berkualitas Terbaik
Permintaan akan ayam potong segar terus meningkat, sama halnya dengan bahan pangan lainnya. Hal ini wajar, karena harga ayam relatif lebih terjangkau dibandingkan daging sapi, ditambah lagi cara pengolahannya yang praktis sehingga banyak dipilih oleh masyarakat Indonesia sebagai menu harian.
Namun, sebelum membeli ayam, penting untuk mengetahui ciri-ciri daging ayam yang benar-benar segar. Memilih daging ayam yang berkualitas bukan hanya soal rasa, tetapi juga demi menjaga kesehatan tubuh agar terhindar dari bakteri maupun zat berbahaya. Nah, berikut beberapa tips memilih daging ayam segar yang perlu Anda perhatikan. Ciri daging ayam segar bisa langsung terlihat dengan mata. Berikut dibawah ini penjelasan lengkap cara membedakan ayam segar atau tidak.
* Perhatikan Warna Ayam
Langkah pertama untuk mengenali daging ayam segar adalah dengan memperhatikan warna pada dagingnya. Ayam potong yang segar umumnya memiliki warna putih bersih dengan sedikit guratan merah muda, sehingga terlihat alami dan menandakan kualitas yang baik.
Sebaliknya, jika warna daging mulai tampak putih kusam, sebaiknya hindari membeli. Kondisi tersebut menandakan daging sudah tidak segar dan sedang menuju proses pembusukan.
Selain itu, waspadai juga karkas ayam dengan warna putih mengkilap. Meski sekilas terlihat segar, sering kali kondisi ini justru menandakan adanya kandungan bahan berbahaya seperti formalin, yang tentu sangat berisiko bagi kesehatan.
* Kemasan Produk Dan Tanggal Produksi
Tips ini sangat berguna saat membeli ayam beku di supermarket atau toko daging modern. Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah tanggal produksi. Semakin baru tanggal produksinya, maka semakin besar pula peluang Anda mendapatkan ayam yang masih segar dan berkualitas.
Selain itu, jangan lupa cek kondisi kemasan. Pastikan kemasan ayam utuh, tidak sobek, dan tidak bocor agar kualitas daging tetap terjaga. Sebagai tambahan, Anda juga bisa menggunakan cara sebelumnya untuk menilai kesegaran daging ayam yang dipilih, sehingga lebih yakin bahwa produk yang dibeli benar-benar aman dan layak konsumsi.
* Kenali Tekstur Ayam Terlebih Dahulu
Daging ayam segar umumnya memiliki tekstur yang elsastis,, kenyal dan tidak terlalu keras. Untuk memastikan kualitasnya, Anda bisa melakukan uji sederhana dengan cara menekan permukaan daging. Jika segar, daging akan kembali ke bentuk semula setelah dilepaskan.
Sebaliknya, bila daging terasa lembek, berair, dan mudah hancur, besar kemungkinan itu adalah ayam tiren yang berbahaya untuk dikonsumsi. Waspadai juga daging ayam yang tampak bengkak atau terlalu keras, karena bisa saja ayam tersebut sudah disuntik cairan tertentu untuk menambah bobot .
* Amati Bau Ayam
Baik membeli ayam di pasar tradisional maupun supermarket, aroma daging biasanya menjadi hal pertama yang bisa diperhatikan. Karena itu, jangan lupa untuk selalu mencium daging ayam sebelum memutuskan untuk membeli.
Ayam segar umumnya memiliki aroma alami, segar, dan sedikit amis namun tidak menyengat. Berbeda dengan ayam yang sudah tidak segar, biasanya akan mengeluarkan bau amis yang tajam dan mengganggu.
Jika Anda menemukan ayam dengan bau amis berlebihan, sebaiknya hindari membelinya. Kondisi tersebut menandakan daging sudah menurun kualitasnya, bahkan bisa jadi sudah memasuki tahap pembusukan karena terlalu lama dipajang.
* Cermati Warna Darah Ayam
Langkah berikutnya adalah memeriksa sisa darah pada daging ayam . Caranya cukup mudah, tekan perlahan daging ayam dengan jari. Pilihlah karkas yang tidak mengeluarkan banyak darah, karena itu menandakan penanganan yang lebih higienis dan berkualitas.
Sebaliknya, ayam yang masih mengeluarkan banyak darah biasanya menunjukkan bahwa proses penyembelihannya dilakukan secara kasar. Kondisi ini berisiko tinggi memicu kontaminasi bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.
Selain itu, keluarnya darah berlebih juga bisa menjadi tanda bahwa ayam tersebut telah mengalami proses pembekuan dan pencairan berulang kali, sehingga kualitasnya menurun drastis.
